Recent Posts


Breaking News

Selasa, 09 April 2013

Biografi Ittipat Top

Biografi Ittipat Top

Biografi Top Ittipat - Milyuner Muda Asal Thailand 
Seperti kata orang bahwa kesuksesan hanya akan berpihak pada mereka yang mempunyai tekad kuat untuk pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan serta mempunyai kemauan untuk terus berusaha menghadapi kerasnya cobaaan hidup, begitu pula yang dialami oleh Top Ittipat, Seorang Milyuner Muda asal Thailand yang masih berumur 26 tahun sama seperti Mark Zuckerberg Sang Pendiri Facebook yang mempunyai semangat pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan hingga akhirnya sukses dalam mengembangkan usahanya yaitu Tao Kae Noi atau Cemilan Rumput Laut Goreng. Bernama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich atau Top Ittipat, ia dilahirkan pada tahun 1984 di Thailand, ia terlahir dari keluarga yang berkecukupan dan biasa saja dan tidak terlalu memikirkan masa depan, tidak ada yang begitu spesial dalam dirinya sampai Tuhan benar-benar mengujinya. 

Biografi Top Ittipat 
Seperti kebanyakan pemuda seumurannya, Top mengalami kecanduan game online saat dia berumur 16 tahun pada tahun 2004 disaat masih bersekolah di SMA dan membuatnya menelantarkan sekolahnya. Bukan satu hal yang baik tentu saja tapi perkenalan dunia bisnis justru dimulai dari sini. menghasilkan banyak uang dari game tersebut dari penjualan senjata-senjata digame tersebut. Uang yang didapatkan begitu banyak hingga bisa beli mobil dan hal-hal yang di inginkan seperti Play Station 2, Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah). kehidupan top bisa dibilang boros. 

Para pembelinya adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli. Disisi lain orang tua Top sedangn mengalami masalah finansial dan terlilit hutang sangat banyak namun masih berusaha untuk membiayai biaya Top kuliah tetapi Top menolak. Akhirnya dia bisa kuliah tapi dengan mencuri jimat milik ayahnya dan digadaikan. Disaat yang bersamaan bisnis orang tuanya mengalami kebangkrutan dan disaat yang bersamaan pula karena kemalasannya di sekolah selama ini Top tidak berhasil masuk kuliah perguruan tinggi negeri dan harus masuk Universitas Swasta. 

Dengan sisa uang yang dimilikinya Top beralih usaha ke bisnis DVD Player tapi Top ditipu mentah-mentah sebab semua DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat kembali. Top juga berusaha mencari pinjaman uang ke bank untuk memulai usaha baru. Namun, pihak bank tak begitu saja menyetujuinya. Di titik inilah Top mulai menyadari kesalahannya karena telah melalaikan sekolah dan pelajaran. Di titik yang sama ini jugalah, Top mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis. Hutang yang melilit usaha orang tuanya yang mencapai 40 juta Baht semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi rumah mereka disita pihak Bank. Ditengah himpitan ini Top tetap berkeras hati. 

"Sesuatu itu akan datang kepadamu namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu" (Top Ittipat Mother) 

Suatu ketika Top berjalan-jalan kesebuah pameran dan melihat ada sebuah alat untuk menggoreng kacang kemudian terpikir untuk berjualan kacang. Top lalu menyewa alat tersebut dengan harga 10.000 bath perbulan, disini keberanian Top terlihat. Kemudian dia membuka toko kacang di Mall bersama pamannya, disini perjuangan Top dimulai untuk dapat membuat kacang yang enak dia bertanya kepada tukang kacang dijalanan bagaimana caranya membuat kacang yang enak. Namun walaupun dia berhasil membuat kacang yang enak,dagangan tetap tidak laku sehingga membuat Top sedikit frustasi dan mencoba beberapa cara agar tidak laku. Suatu ketika Top berjalan kesebuah pasar tradisional dan mendapatkan beberapa inspirasi seperti memberikan diskon dan lokasi sangat menentukan bisnis. Sebab lokasi menjadi salah satu faktor menentukan dalam keberhasilan penjualan suatu produk. 

Kemudian Top bersikeras meminta pindah tempat ke bagian depan Mall dan terlihat bahwa kacang goreng semakin laku keras kemudian ia membuka beberapa cabang, Namun berwiraswata memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya. Dititik ini Top hampir putus asa. Orang tuanya pun memutuskan untuk pergi ke China. Top tetap berkeras untuk bertahan di Thailand dan melanjutkan usahanya. Dari bisnis jual kacang, Top beralih haluan untuk berbisnis rumput laut goreng. Makanan cemilan yang kekasihnya berikan. 

Setelah itu dia mendapatkan inspirasi untuk membuat rumput laut goreng dan ia membeli beberapa rumput laut namun basi dalam waktu 1 minggu, ini membuatnya bertanya-tanya dan mendatangi professor dibidang pangan untuk menyelesaikan masalah ini. Profesor tersebut berhasil membantu Top membuat makanan agar tidak mudah basi dengan membuat vakum kemasan dan mengganti dengan nitrogen. Kemudian tantangan berikutnya adalah Top tidak bisa membuat rumput laut yang enak karena setelah digoreng rasanya pahit. Dia dan pamannya menghabisakan lebih dari 100.000 bath (28 juta) untuk uji coba rumput laut tapi gagal, sampai semua rumput lautnya habis. 

Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang berbagai strategi-strategi penjualan. Ia bahkan rela belajar langsung dari pasar dengan bertanya-tanya ke para pedagang. Inspirasi datang ketika ia berbelanja di salah satu mini market, 7-Eleven. Ia menerapkan metode yang pernah di ajarkan ketika di tempat kursus yang di pilih ayahnya. Sebelumnya ayahnya terpakasa memasukan Top mengikuti kursus bisnis karena tidak sanggup masuk di perguruan tinggi karena alasan biaya. Yaitu metode ekspansi penjualan ke berbagai negara. Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan. 

“Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.” (Top Ittipat) 

Top hampir-hampir saja putus asa dan memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya penghabisannya kali ini tidak sia-sia. Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi. Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya. 

Saat ini Top berusia 26 tahun, memiliki 2500 karyawan dan mengirim ke 6000 cabang 7-Eelven seluruh dunia dan mengekspor camilan rumput lautnya ke 27 negara termasuk Indonesia. Top telah memiliki lahan perkebunan rumput laut di Korea Selatan dan pendapatannya mencapai 1.5 Milliar Bath (450 Milliar Rupiah) per tahun. Top Ittipat ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai a young billionaire from Thailand. Top ittipat membaya kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap kekasihnya. Bahkan kisah suksesnya juga diangkat kedalam film layar lebar berjudul Top Secret : The Billionaire yang mengisahkan bagaimana Top Ittipat berjuang jatuh bangun membangun usahanya.
Read more ...

Minggu, 05 Februari 2012

Kisah Kecewa Mesin Ketik Tua

Oleh Ade rizki Pada Monday, January 30, 2012 11:32:44 Kategori Daar el-Qolam II, 

Kenalkan aku adalah mesin ketik. Suatu alat yang digunakan untuk mengetik. Di tubuhku banyak terdapat komponen-komponen yang sangat penting, di antaranya pita karbon, tuts dan banyak lagi onderdil lain yang namanya tidak kukenali.

Apabila salah satu tuts ditekan maka aku akan memukul kertas yang telah dilapisi pita karbon dan tercetaklah angka, huruf atau simbol yang diinginkan.

Aku pertama kali dipresentasikan oleh Cristopher Sholes, lelaki jenius berkebangsaan Amerika. Aku sendiri tidak mengetahui bagaimana Sholes menemukan aku. Apakah benar-benar dia yang menciptakan aku, atau dia menemukan hasil ciptaan orang lain yang tercecer di jalanan? Atau dia menemukan aku di gudang penyimpanan barang rongsokan milik orang tuanya, atau dia bekerja sama dengan orang lain menciptakan aku dari barang-barang bekas, atau… pokoknya aku tak tau dan tak penting untuk tahu! Titik.

Aku bernama Kofa, ini kuketahui dari merk yang tercantum di tubuhku. Aku juga tak mengetahui generasi ke berapakah aku? Aku dibeli oleh majikanku di pasar jongkok dengan status barang second alias barang bekas atau apalah gitu, yang merupakan fasilitas kantor yang telah expired bin tidak layak pakai bagi orang luar negeri sono…

Agar kalian bisa sedikit mengenalku. Majikanku adalah orang penting di negeri ini, seorang pejabat negara yang selalu dikejar-kejar paparazzi bila berada di depan umum atau saat jalan-jalan bersama keluarga, baik di dalam atau di luar negeri.

Aku jadi ingat kejadian pagi Idul Fitri tahun lalu. Gema takbir kumandang dari setiap rongga mulut manusia yang meyakini kebenaran Islam. Pagi menjelang salat Ied, puluhan anak kecil dan lansia alias manusia lanjut usia telah menunggu majikanku sejak ba’da Subuh (salat Subuh). Mereka datang ke rumah majikanku untuk meminta belas kasihan majikanku.

Saat majikanku melangkahkan kaki keluar dari rumah, senyum penuh kemenangan tampak jelas dari wajah polos yang penuh keluguan dan wajah-wajah keriput yang termakan usia tak henti-hentinya berkomat-kamit mengucap syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat yang akan diberikannya.

Aku turut bahagia melihat mereka bahagia di hari yang penuh kemenangan setelah sebulan penuh menahan diri dari hawa nafsu. Namun, Tuhan tidak menginginkan hambanya untuk ikut menikmati harta yang didapat secara tidak halal itu. Majikanku memanggil satpam yang hidupnya terbelenggu seperti seokor anjing untuk mengusir fakir miskin itu dari rumahnya.

Sepertinya kita sudah jauh menyimpang, lebih baik kita kembali ke topik semula. Majikanku membeliku untuk membantunya mengerjakan tugas-tugas penting sebagai pejabat negara. Tapi seringkali aku digunakan untuk mengetik surat-surat berlabel dinas yang gunakan untuk memberikan izin proyek pembesaran perut yang menipu rakyat dan merugikan negara. Pernah juga aku digunakan anak sang majikan mengetik surat cinta untuk pacarnya.

Dua bulan lalu aku pensiun. Jabatanku digantikan oleh satu ekor komputer Pentium 4, di dalam tubuhnya telah mengalir sel-sel hardware dan software dengan hak cipta dan paten menjadi akta kelahirannya setelah ditelorkan oleh Bill Gates. Aku tidak sirik padanya, sangat kusadari kekuranganku dibandingkan dengan komputer. Dengan hardware dan software-nya dia mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Tulisan yang dihasilkan pun lebih indah dan bervariasi. Selain itu bukan hanya bisa digunakan untuk mengetik tapi juga bisa digunakan untuk mengolah foto, untuk melengkapi data agar lebih akurat. Dengan program winamp dia bisa menghibur sang operator dengan lagu-lagu yang diinginkan, selain itu dia juga menyediakan menu game-game menarik untuk sedikit rileks di sela-sela mengerjakan tugas, dan banyak lagi program-program lain yang yang tidak kukenali nama dan fungsinya.

Aku senang karena pengganti posisiku sebagai alat ketik adalah komputer yang lebih pintar dari aku. Tapi satu hal yang membuat aku kecewa. Aku kecewa dengan sikap sang majikan terhadapku, saat aku pensiun sang majikan melemparkan aku ke sudut gudang yang gelap, penuh debu dan barang-barang bekas yang berserakan yang menjadi rumah bagi para tikus, kecoa dan binatang-binatang kecil lainnya. Mereka tertawa menyeringai penuh kebiadaban. Tentu kamu setuju, majikankulah yang pantas berteman dengan tikus-tikus ini, bukan aku. Karena sifat dan kelakuannya tak jauh beda dengan tikus bahkan lebih parah dari raja tikus paling jahat sekalipun.

Seiring waktu, debu-debu mulai membelai kulitku yang tak lagi halus dan karat-karat mulai menggerogoti tubuhku. Aku tak lagi dihiraukan, tak lagi dipedulikan dan tak lagi disapa seperti dulu. Padahal, waktu aku masih bekerja ribuan, jutaan bahkan miliaran kata berhasil aku ketik dengan baik tanpa meminta gaji, upah atau pesangon saat aku pensiun. Begitulah baiknya aku si mesin ketik tua.

“…benar sungguh bagai dikata, habis manis sepah dibuang…,” lirik lagu band anak muda asal negeri jiran mengungkapkan perasaan hatiku. Yah, begitulah manusia banyak tak punya pera-saan, tak bisa menghargai orang lain, egois, tak tau terima kasih.

Aku akan lebih senang jika aku dilemparkan ke tong sampah di pinggir jalan. Dalam waktu singkat tangan-tangan kekar para petugas Dinas Kebersihan yang berseragam kuning-kuning akan memasukkan aku ke dalam truk dan membawaku tempat penampungan akhir. Di sana aku akan bertemu rekan-rekan senasib, seperti sepatu pejuang yang tidak terawat lagi setelah ditinggal mati tuannya yang semestinya dia menjadi penghuni museum agar bisa dikenali oleh generasi bangsa. Tapi, salah seorang pegawai Dinas Pariwisata merasa tidak akan dapat keuntungan dari sepatu kulit buaya yang telah butut itu. Sehingga dia memutuskan untuk membuang sepatu yang telah turut andil melindungi kaki tuannya dalam berjuang merebut kemerdekaan negeri ini.

Tapi hingga sekarang aku masih tersekap di dalam gudang yang redup dengan tubuh yang semakin tua dan reot tanpa ada yang peduli. Karena aku hanya mesin ketik tua yang tak punya jiwa, namun aku punya perasaan. Aku kece-wa…***

Posting ini ditandai sebagai: Cerita Pendek , Santri
Read more ...

Kata Bijak

Setiap orang seharusnya melakukan 2 hal dengan kesungguh-sungguhan : mengerjakan hal yang sangat ia sukai, dan mengerjakan hal yang sangat ia benci.

Kemarahan adalah keadaan dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran, dan tindakan lebih cepat dari nurani.

Tak ada yang mampu mengubah masa lalu, tapi anda dapat merusak masa depan dengan menangisi masa lalu dan merisaukan masa depan.

Kekayaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak investasi yang dia lakukan untuk memperoleh uang, tetapi seberapa besar investasi yang dia lakukan untuk memperoleh akhirat.

Senyum adalah anugrah Tuhan bagi setiap manusia yang mengandung cahaya kebaikan dan kesucian, membawa kedamaian bagi yang melihat, dan menumbuhkan welas asih bagi yang memberi. Maka tersenyumlah kepada semua orang.

Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap dibandingkan melawan kesombongan diri sendiri.

Apa yang anda lakukan hari ini, merupakan kunci kebaikan ataupun juga kehancuran hari esok anda. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.

"http://www.poztmu.com"
Read more ...
Designed By Blogger Templates